Magang/Praktik Kewirausahaan

   Magang/praktik kewirausahaan merupakan kurikulum wajib di FEB-UHAMKA untuk menghasilkan lulusan yang siap hidup dan berkarya. Mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih magang atau praktik kewirausahaan secara mandiri (kelompok). Pelaksanaan magang/praktik kewirausahaan dilakukan dengan bimbingan dosen secara terjadwal. Khusus pada Program Studi Manajemen S1, bagi mahasiswa yang memilih konsentrasi Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan, disarankan untuk memilih praktik kewirausahaan daripada magang.

      Magang memerlukan bimbingan dan persiapan yang memadai baik fisik maupun mental karena berhadapan langsung dengan dunia bisnis nyata, yang sering kali, berbeda dengan perkuliahan di ruang kelas. Problem yang dihadapi oleh mahasiswa selama menjalankan magang  adalah problem  konkret, bukan sebuah problem hipotesis. Di sinilah perlunya, kecuali kemampuan teknis yang diperlukan dalam kerja, dibutuhkan pula kecakapan dalam kepemimpinan dan komunikasi. Bagi mahasiswa yang melaksanakan magang pada perusahaan multinasional sebaiknya telah memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang memadai. Oleh karena itu, kamu-kamu mahasiswa yang masih berada di semester awal, agaknya masih cukup waktu untuk mempersiapkan kemampuan berbahasa Inggris. Awas, jangan terlena!

       Kegiatan magang yang dipersiapkan secara baik sesuai dengan program studi, minat dan area konsentrasi, apalagi dikaitkan dengan rencana penelitian untuk skripsi, akan sangat berarti bagi suksesnya studi dan karir. Para seniormu, yakni mahasiswa yang telah berhasil lulus dan sukses bekerja serta berkarir, tidak sedikit yang berawal dari praktik magang. Kegiatan magang bukan sekedar mencari nilai lulus yang ditulis dalam transkrip, tetapi lebih dari itu adalah mencari pengalaman hidup, belajar dari mereka yang telah sukses bagaimana menjalankan perusahaan/bisnis. Magang merupakan langkah awal mempraktikan kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial dengan kasus konkret.

   Secara umum dalam praktik magang, terlebih dahulu kamu harus paham mengenai perusahaan/organisasi/lembaga tempat di mana kamu magang. Oleh karena itu, setiap mahasiswa peserta praktik magang harus memperhatikan beberapa hal pokok antara lain: (1) sistem praktik magang di perusahaan tersebut; (2) tata tertib dan aturan lainnya (termasuk K3) bagi mahasiswa praktik magang di tempat tersebut; (3) gambaran umum tentang perusahaan tersebut; (4) memahami dengan baik divisi di mana Anda magang. Pendeknya, agar kegiatan magang berjalan optimal, baca Buku Panduan Magang yang disediakan oleh fakultas. So, pasti sukses. Semoga.

    Perkara magang, mahasiswa di Jakarta adalah yang paling beruntung. Sebagai pusat industri dan bisnis terbesar di Indonesia, Jakarta adalah tempat magang  yang paling dicari oleh hampir seluruh mahasiswa yang menginginkan pengalaman dan rencana karir yang mantap. Semua perusahaan besar ada di Jakarta. Di samping itu, tidak sedikit pula mahasiswa yang mencari pengalaman sosial yang  menantang dengan memilih maupun menjalani magang justru bukan pada perusahaan besar. Mereka sedari awal lebih memilih kategori UMKM karena ingin mencari pengalaman yang berbeda, langsung menohok pada jantung  persoalan ekonomi  masyarakat orang kebanyakan. Bagi mereka yang berminat pada kewirausahaan sosial, magang pada UMKM sangatlah berguna.  Yang pasti, sebagai tempat belajar-praktik, perusahaan skala besar maupun kecil semuanya baik dan bermanfaat bagi mahasiswa. Singkatnya, keputusan pilihan magang  diserahkan kepada mahasiswa sesuai minat, program studi, konsentrasi,  dan pengalaman praktik yang diharapkan.

MAGANG

Peluang Magang di Instansi Pemerintah

Peluang Magang di Perusahaan Berskala Besar

Peluang Magang di UMKM

Pengalaman Magang

Buku Panduan Magang

Jobs & Internship

Pages 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11