Danamon Umumkan Peraih Danamon Social Entrepreneur Awards 2013 Terfavorit

Apresiasi Danamon Terhadap Pejuang Kesejahteraan Indonesia & Pemberdaya Masyarakat

     PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) hari ini menyelenggarakan Penganugerahan Danamon Social Entrepreneur Awards 2013, yang merupakan suatu penghargaan dan bentuk apresiasi Danamon kepada pejuang kesejahteraan Indonesia. Social Entrepreneur merupakan wirausahawan yang selain dapat menjalankan bisnis dengan sukses juga mampu memberikan dampak yang positif terhadap masyarakat sekitar melalui kegiatan sosialnya. Pada saat yang sama, Danamon juga mengumumkan pemenang Bisa! Award 2013, suatu penghargaan kepada karyawan Danamon dan anak perusahaannya yang telah menunjukkan nilai-nilai budaya perusahaan.

     “Penghargaan ini merupakan wujud apresiasi Danamon kepada individu-individu yang telah berhasil dan terbukti dapat memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan lingkungan di sekitarnya melalui solusi kewirausahawan. Para social entrepreneur yang meraih penghargaan pada malam hari ini memiliki semangat juang tinggi dan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat sekitarnya untuk mandiri melalui inisitatif yang berkelanjutan,” ungkap Henry Ho, Direktur Utama Danamon.

     Pada acara yang diselenggarakan di Soehana Energy Building, Jakarta, Dewan Juri Danamon Social Entrepreneur Awards 2013 mengumumkan Sukmariah sang “Srikandi Koperasi” sebagai peraih Danamon Social Entrepreneur Awards 2013 terfavorit berdasarkan dukungan publik melalui voting melalui website dan jejaring sosial. Empat peraih Danamon Social Entrepreneur Awards 2013 lainnya adalah Eko Mulyadi sang “Pendorong Kemandirian”, Jumali W. Purwito sang “Ksatria Pogog”, Umar Hussein sang “Penjahit Cinta” dan Sunarni sang “Penyambung Asa”.

     Peraih Danamon Social Entrepreneur Awards 2013 terfavorit Sukmariah yang merupakan warga Tangerang, Banten terbukti dapat memberdayakan masyarakat di sekitarnya melalui pendirian koperasi simpan pinjam dan binaan. Koperasi tersebut selain memberikan pinjaman modal kepada masyarakat juga memberikan pembekalan ilmu keterampilan seperti menjahit, pembuatan sepatu, dan lain-lain. Seiring waktu berjalan, manfaat adanya koperasi simpan pinjam telah dirasakan sekitar 100 pengusaha kecil, 190 fakir miskin, 30 penjahit konveksi, 13 anak terlantar serta 20 ibu yang telah diberikan pelatihan gratis menjahit. Selain membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka secara mandiri, inisiatif Sukmariah ini mendorong pemberdayaan wanita.

    ”Kami bangga menyaksikan individu-individu luar biasa yang terpilih dalam acara malam Penganugerahan Danamon Social Entrepreneur Awards 2013. Para peraih penghargaan ini menunjukkan bahwa tantangan sosial dan ekonomi dapat diatasi dengan kegigihan dan kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya yang telah tersedia. Keterbatasan fisik pun bukan menjadi halangan bagi mereka. Sebagai contoh, Umar Hussein merupakan penyandang tuna daksa namun mampu menjadikan masyarakat desanya mandiri dengan mengajarkan cara menjahit dan menoreh kesuksesan dalam bisnis menjahit. Oleh karena itu, mereka adalah pejuang kesejahteraan Indonesia sebenarnya. Visi para peraih Danamon Social Entrepreneur Awards 2013 ini sejalan dengan visi Danamon yaitu peduli dan membantu orang lain untuk mencapai kesejahteraan. Kegiatan yang dilakukan mereka menggugah semangat dan patut dijadikan inspirasi bagi khalayak banyak,” ujar Zsa Zsa Yusharyahya, Ketua Panitia Pelaksana Danamon Social Entrepreneur Awards 2013.

     Pada ajang penghargaan tahun ini, terdapat peningkatan sebesar hampir 300% dibandingkan tahun sebelumnya untuk jumlah proposal peserta Danamon Social Entrepreneur Awards yang diterima oleh panitia dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

     Dewan juri Danamon Social Entrepreneur Award 2013 terdiri dari H. Agus Santoso (Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), Chris Pudjiastuti (Redaksi Harian Kompas), Merry Riana (pengusaha, penulis dan motivator terkemuka), Rhenald Kasali (Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan praktisi bisnis), Rini Widiastuti (Evaluation Analyst UNDP Indonesia), dan Bonaria Siahaan (Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli). Selain itu, Danamon bermitra dengan United Nations Development Programme (UNDP) dan Kompas-Gramedia Group dalam perlaksanaan seluruh rangkaian acara Danamon Social Entrepreneur Awards 2013.

     Seluruh peraih Danamon Social Entrepreneur Awards 2013 menerima medali, piagam penghargaan dan hadiah uang tunai. Jumlah uang tunai yang diterima oleh Sukmariah sebagai peraih terfavorit adalah sebesar Rp 60.000.000 dan keempat peraih penghargaan lainnya masing-masing menerima .Rp 40.000.000, dimana pajak ditanggung sepenuhnya oleh Danamon.

     Selain pengumuman peraih terfavorit Danamon Social Entrepreneur Awards 2013, pada acara yang sama, Danamon mengumumkan pemenang Bisa! Award 2013 sebagai wujud apresiasi kepada karyawan Danamon dan anak perusahaannya yang telah menunjukkan nilai-nilai budaya Danamon dan mewujudkan visi perusahaan. Penganugerahan pemenang Bisa! Award ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam lingkungan internal Danamon dimana manfaatnya dapat dirasakan para nasabah Danamon dengan kualitas pelayanan yang lebih baik.

Tentang Danamon:

    PT Bank Danamon Indonesia, Tbk. didirikan pada tahun 1956 dan sampai dengan 30 September 2013 memiliki jaringan sejumlah lebih dari 3.300, terdiri dari antara lain kantor cabang konvensional, unit Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan unit Syariah, serta kantor-kantor cabang anak perusahaannya. Danamon memberikan kepada nasabahnya akses ke hampir 50.000 ATM, termasuk melalui kerjasama dengan ATM Bersama dan ALTO di 33 provinsi di Indonesia. Danamon merupakan bank terbesar keenam di Indonesia dalam segi aset dengan jumlah aset sebesar Rp 173 triliun sampai dengan akhir bulan September 2013.

    Danamon belum lama ini meraih peringkat pertama dalam “Information Teknologi” dan peringkat kedua dalam “Good Corporate Governance” pada Anugerah Perbankan Indonesia 2013 yang diadakan oleh Economic Review dan Perbanas Institute.. Danamon juga meraih Top 10 Emiten dengan Good Corporate Governance Scorecard tertinggi dari Institute for Corporate Directorship (IICD). Selain itu, Danamon meraih penghargaan Banking Service Excellence Awards 2013 dalam kategori Overall, ATM, Teller, Call Center, dan Syariah dari Infobank.. Dalam ajang internasional, Danamon masuk dalam daftar Forbes Global 2000 edisi tahun 2013, yang merupakan daftar perusahaan terbuka terbesar di dunia versi majalah Forbes.

     Danamon adalah penerbit tunggal dan pihak yang mengakuisisi kartu kredit American Express® di Indonesia berdasarkan perjanjian pengoperasian independen yang memungkinkan Danamon menerbitkan kartu kredit American Express ® pada nasabah individual dan korporasi. Danamon juga merupakan satu-satunya bank yang memberikan layanan kepada mitra bisnis lokal yang menerima pembayaran dengan kartu kredit American Express dan untuk menerima mitra bisnis baru di Indonesia. Danamon juga adalah penerbit tunggal kartu Manchester United dengan kartu Debit/ATM dan kartu kredit Manchester United

    PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) adalah anak perusahaan Danamon yang bergerak di bidang pembiayaan kendaraan bermotor dan memiliki jaringan kantor cabang yang luas di lebih dari 260 kota di Indonesia.

     Pada tanggal 30 September 2013 sebesar 67,37% saham-saham Danamon dimiliki oleh Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. dan 25,73 % dimiliki oleh publik serta 6,38% oleh JPMCB-Franklin Templeton Investment Funds.