Kiat Memilih Program Studi

kemdikbud-feb-uhamkaMenurut Dikti Kemdibud, sebagaimana terdapat pada laman resminya: www.dikti.go.id,  untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi, seorang calon mahasiswa terlebih dahulu harus dapat mengukur kemampuan akademiknya, menentukan program studi apa yang diminatinya, menentukan jenis program studi yang diinginkannya, dan mencari informasi mengenai perguruan tinggi mana yang menyelanggarakan program studi yang diminatinya tersebut. Termasuk menanyakan pada dirinya, apa yang menjadi cita-citanya? Keahlian apa yang diperlukan bila seorang mahasiswa memilih karir tertentu? Apakah calon mahasiswa yang bersangkutan ingin belajar jauh dari orang tuanya ? Berapa dana yang dibutuhkan? Pendeknya, ada beberapa yang dapat digunakan sebagai pertimbangan ketika akan memilih suatu perguruan tinggi, antara lain program studi, biaya, reputasi perguruan tinggi yang bersangkutan, status akreditasi, fasilitas pendidikan yang tersedia, serta kualitas dan kuantitas dosen yang dimilikinya.

Sebagai lembaga yang paling bertanggungjawab terhadap kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia, mengikuti arahan dan pesan dari Dikti Kemdikbud  tersebut, tentulah merupakan sikap dan tindakan yang paling tepat. Oleh karena  itu, bagi calon mahasiswa yang berminat serta bercita-cita ingin berkarir di bidang ekonomi dan bisnis, seperti karir di bidang keuangan, marketing, akuntansi, perpajakan atau pun ingin menjadi pengusaha sukses,  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (FEB-UHAMKA) merupakan pilihan yang tepat pula. Mengapa? Karena FEB-UHAMKA memenuhi semua kriteria yang diinginkan oleh Dikti, dan yang sebenarnya kriteria tersebut juga menjadi keinginan seluruh masyarakat. 

FEB-UHAMKA merupakan perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah, sebuah organisasi Islam yang berkemajuan. Komitmen Muhammadiyah untuk memajukan masyarakat berdasarkan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan tidak perlu dipertanyakan lagi. Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta tahun 1912, sebelum repubuplik ini berdiri dan ketika bangsa kita sedang berada dalam penjajahan asing. Oleh karena itu, masuk akal bila Kibagus Hadikusumo (Ketua PP Muhammadiyah) bersama Bung Hatta pada Agustus 1945 menjadi pelopor dalam menyelesaikan persoalan dasar negara secara bijak dan final: Pancasila. Hasilnya, kita dapat hidup bersatu rukun dan damai dalam keragaman agama, tradisi, dan budaya. Dan, itulah kekuatan bangsa Indonesia.

Jenderal Sudirman, salah seorang tokoh terpenting pendiri TNI, yang namanya diabadikan di semua jalan protokol di seluruh Indonesia, bersama Bung Karno (Presiden Pertama RI) keduanya merupakan tokoh Muhamadiyah yang aktif di bidang pendidikan dan pengajaran. Ketika itu, Pak Dirman adalah guru sekolah Muhammadiyah serta aktif di kepanduan Hizbul Wathan, sedangkan Bung Karno adalah Ketua Majelis Pendidikan dan Pengajaran Muhamadiyah. Bung Karno pun akhirnya menikah dengan puteri seorang tokoh Muhammadiyah dari Bengkulu, Ibu Fatmawati, pembuat bendera sang saka merah putih yang pertama kali berkibar pada proklamasi 17 Agustus 1945.  

Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), tidak satu pun yang dikuasai apalagi dimiliki oleh perseorangan. Seluruh asetnya merupakan  wakaf yang diamanatkan serta dikelola oleh persyarikatan/organisasi. Prinsip ini sesuai dengan manajemen moderen, di mana individu harus tunduk pada kebajikan bersama. Alhmdulillah dengan dasar kerja seperti itu Muhammadiyah mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari masyarakat selama lebih dari satu abad. Tidak ada yang sempurna memang, dan untuk itulah maka Muhammadiyah bersama dengan seluruh komponen masyarakat selalu terbuka untuk saling bekerja sama dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dengan dalih apa pun, sebenarnya masyarakat dapat merasakan bahwa pendidikan tinggi kita, dengan perkecualian, telah berjalan melenceng dari tujuannya.  Pendidikan tinggi cenderung  menjadi industri, dan kampus telah berubah menjadi ladang bisnis. Padahal kampus adalah komunitas akademik, pusat keunggulan manusia, dan rumah belajar untuk mengembangkan pengetahuan bagi masyarakat dalam membangun peradaban. Dalam perkembangan industri pendidikan semacam itu, FEB-UHAMKA tetap berfokus pada pengembangan karakter dan kecakapan berkarya!

Oleh karena itu, masih menurut  Dikti Kemdikbud, untuk memilih program studi ini, jangan segan-segan untuk mencari informasi termasuk kepada orang tua, teman maupun guru. Lebih baik lagi jika bertanya kepada orang yang telah terjun langsung ke dunia kerja di bidang yang diminatinya. Karena kuliah akan menentukan bidang pekerjaan yang akan dituju.