Kewirausahaan dan Koperasi

Sebagai mahasiswa fakultas ekonomi, kita semua tahu bahwa kontribusi UMKM terhadap PDB tidaklah kecil. Bahkan menjadi penyelamat ekonomi nasional ketika terjadi krisis. Koperasi Mahasiswa (Kopma FEB-UHAMKA) merupakan laboratorium praktik kepemimpinan bisnis dan kewirausahaan. Kopma juga dimaksudkan untuk melengkapi mata kuliah Kewirausahaan dan Koperasi. Mata kuliah ini merupakan  usulan konkret dari  mahasiswa dan alumni pada awal tahun lalu (2013).

Kompa dipersiapkan oleh para aktivis organisasi/lembaga kemahasiswaaan yang peduli terhadap kewirausahaan berbasis masyarakat (UMKM). Menurut mereka, pembentukan  atau pendirian Kopma juga dimaksudkan sebagai “kado” Milad/Dies Natalis  FEB-UHAMKA ke-17 tahun (1997-2014). Untuk itulah, pada hari Sabtu, 8 Maret 2014, Kopma FEB-UHAMKA diresmikan dan bertekad mulai beroperasi. Tentu ini merupakan niat dan gagasan yang perlu kita dukung bersama. Sejarahlah nanti yang akan membuktikannya!

Menurut Buya Hamka, “Hidup hanyalah sekali, maka harus berarti.” Hidup bukan hanya untuk mengejar karir dan bisnis, melainkan terutama bagaimana hidup yang bermanfaat bagi masyarakat luas. FEB-UHAMKA, salah satunya melalui Kopma, berusaha untuk ke arah sana: Menuju kepemimpinan dan kewirausahaan berbasis masyarakat. Artinya, berbisnis bersama dan untuk kemajuan masyarakat.

Muhammad Yunus, seorang dosen fakultas ekonomi pada sebuah universitas di Bangladesh, berhasil mengangkat masyarakat miskin, terutama kaum perempuan. Melalui usaha yang, awalnya sangat kecil dan diremehkan orang (koperasi simpan-pinjam yang dimotori oleh mahasiswa), akhirnya dapat sukses dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangladesh hingga memperoleh hadiah Nobel. Apa yang dilakukan oleh Pak Yunus dengan Grameen Bank tersebut, sekarang dikenal dengan istilah kewirausahaan sosial (social entrepreneurship). Di sini, di Jakarta yang semakin macet ini, beberapa aktivis muda pun mulai bergumul seperti Pak Yunus itu.

Kamu-kamu mesti tahu, bangsa ini membutuhkan semakin banyak angkatan muda yang mampu dan mau bergumul dengan masyarakat. Para pendiri bangsa ini (misal, Bung Karno dan Bung Hatta), mereka awalnya adalah mahasiswa yang peduli terhadap masyarakatnya.  Insya’Allah melalui laboratorium kecil ini, bisnis jalan dan sosial pun jalan. Itulah koperasi yang kita awali dari pojok kampus. Mau bergabung?