Pengabdian kepada Masyarakat

Berawal dari Komunitas Ranting

Apa yang membedakan program pengabdian kepada masyarakat oleh FEB-UHAMKA? Sebagai salah satu misi fakultas, pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh dosen dan oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen  selalu berkoordinasi dengan Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan pada Masyarakat (LPPM UHAMKA). Bentuk kegiatan pengabdian terutama didasarkan pada komptensi dosen atau kelompok dosen. Misalnya pelatihan pajak, akuntansi sektor publik, perencanaan pembangunan daerah, manajemen masjid, pelatihan untuk para guru ekonomi/akuntansi, dll.

Sedangkan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen merupakan ekstra kurikuler wajib tanpa bobot SKS. Sebagai gantinya, setelah selesai dan memenuhi panduan/aturan yang ditentukan oleh fakultas, mahasiswa diberikan sertifikat penghargaan oleh pimpinan fakultas. Kebijakan fakultas ini dimaksudkan agar mahasiswa menyadari dan terlatih secara spiritual, intelektual, emosional, dan sosial bahwa mengabdi, sebagaimana arti katanya, dilaksanakan bukan karena motivasi untuk memperoleh nilai agar lulus, melainkan adalah sebuah panggilan kebajikan kepada sesama. Melatih ketulusan tanpa pamrih untuk berbuat baik inilah yang ingin kita bangun bersama.

            Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen dilaksanakan secara berkelompok. Biasanya dilakukan pada liburan akhir semester dengan mengambil basis pada komunitas Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM).  Cara ini dipilih agar memudahkan koordinasi antara mahasiswa dengan kelompok sasaran dalam melakukan program kegiatan. Di sekitar PRM tersebut biasanya telah berdiri amal usaha berupa sekolah taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan masjid atau mushola sehingga dapat menjadi tempat pusat kegiatan mahasiswa. Jika di lokasi kelompok sasaran belum ada PRM, maka pusat kegiatan dilakukan di tempat yang ditunjuk oleh Ketua RT/RW setempat.

Pelaksanaan program kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen tidak hanya terbatas pada kegiatan untuk kelompok sasaran masyarakat dhuafa berbasis PRM. Ada juga kegiatan pengabdian yang diselenggarakan di komunitas UKM, sekolah, pasar, masyarakat di bantaran kali, tempat pembuangan sampah akhir, dll.  Bentuk kegiatan bergantung pada hasil diskusi antara koordinator program dengan mahasiswa dalam sesi pembekalan (biasanya dilakukan dengan kuliah dan diskusi beberapa sesi). Pada akhir program kegiatan pengabdian, mahasiswa harus mampu membuat laporan singkat dan mempresentasikan hasilnya di hadapan dosen pembimbing sesuai dengan kelompoknya. Dari sinilah, gagasan kepemimpinan dan kewirausahaan sosial dimulai.

Yang menggembirakan hati bagi para dosen pembimbing, sering kali terjadi atas kesadarannya sendiri, di antara mahasiswa yang telah lulus menjadi sarjana dan sukses dalam hidup dan karir, mampu terpanggil kembali untuk terus mengabdi dan berbagi. Minimal dengan membantu melalui infak, shodaqah maupun zakat ketika menjelang Idul Fitri dan Idul Adha. Alhamdulillah, di antara mereka telah menjadi mitra amal jariah yang tak pernah terputus oleh waktu. Terima kasih kepada ibu dan bapak dosen, atas bimbingan Anda semua, 

Berbasis Kewirausahaan Sosial

Supaya pelaksanakan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa tidak sekedar menjadi kegiatan rutin berupa bakti sosial, maka perlu diarahkan berdasarkan tujuan fakultas. Salah satunya adalah menghasilkan lulusan yang cakap dan berintegritas dalam kepemimpinan dan kewirausahaan berbasis masyarakat (kewirausahaan sosial). Kewirausahaan Sosial (social entrepreneurship) dan filantropi sosial belakangan ini semakin tenar. Hal ini menunjukkan bahwa kebajikan sosial yang dikelola secara profesional atau bisnis yang dijalankan  dari niat baik, mampu melipatkangandakan manfaat, dan bahkan akan mendapatkan keuntungan sebagaimana yang sering dikejar oleh kaum pebisnis konvensional.

Kewirausahaan sosial, atau dalam istilah kami, kewirausahaan berbasis masyarakat, bukan sekedar berbisnis mengejar keuntungan, melainkan terutama adalah menggerakkan potensi kemajuan untuk mengejar kesejahteraan masyarakat melalui cara-cara bisnis yang morderen dan halal. FEB-UHAMKA melalui forum kreativitas mahasiswa coba mewadahi gagasan-gagasan sosial yang dapat dikembangkan menjadi bisnis yang diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk mampu mandiri dan sejahtera. Gagasan ini sebenarnya, menurut catatan kami, hanyalah kelanjutan dari bentuk gerakan dakwah kultural atau gerakan dakwah jamaah dalam program pengabdian kepada masyarakat  berbasis komunitas Ranting Muhammadiyah yang sudah berjalan sejak fakultas ini berdiri.

Untuk mewujudkan peran yang lebih baik dan berkelanjutan, FEB-UHAMKA berkeyakinan bahwa pengabdian kepada masyarakat  bukan hanya terbatas pada kegiatan  bagi-bagi sembako maupun kegiatan karitas sosial lainnya. Tetapi, menurut hemat kami, pengabdian kepada masyarakat merupakan program kegiatan yang didasari dan dibentuk dalam kerangka keilmuan. Itulah mengapa kami memilih pengembangan kewirausahaan sosial atau pun kepemimpinan dan kewirausahaan berbasis masyarakat menjadi salah satu fokus pembelajaran dalam program pengabdian kepada masyarakat. Di sinilah pengembangan kewirausahaan sosial menjadi relevan dengan bidang ekonomi dan bisnis. Semoga.