Organisasi dan Kemahasiswaan

Pedoman Dasar

Mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dan alumni merupakan unsur penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi. Mengacu pada Pedoman PP Muhammadiyah Nomor 02/Ped/I.0/B/1012 tentang Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), dengan jelas dan tegas dinyatakan bahwa:

  1. Mahasiswa PTM adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di PTM dengan persyaratan, hak, dan kewajiban yang diatur oleh PTM.
  2. Organisasi Kemahasiswaan PTM terdiri atas Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM), Dewan Perwakilan Mahasiswa, Badan Eksekutif  Mahasiswa, dan Unit Kegiatan Mahasiswa.
  3. Alumni PTM dihimpun dalam ikatan keluarga alumni PTM yang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik almamater.
  4. Mahasiswa, Organisasi Kemahasiswaan, dan Alumni PTM dikembangkan menjadi kader Persyarikatan, kader umat dan/atau kader bangsa.

Konsep Dasar

Organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (FEB-UHAMKA) merupakan wadah bagi penyaluran aspirasi, wahana untuk mengembangkan kreativitas & inovasi, dan media untuk pengembangan diri. Adanya keberagaman mahasiswa dalam minat dan bakat, justru akan menguntungkan mahasiswa dalam mengaktualisasikan dirinya.  Kecuali mendapatkan kawan mahasiswa yang beragam potensi, FEB-UHAMKA juga menyediakan saluran untuk mengaktualisasikannya. Bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan bakat kepemimpinannya secara  optimal menjadi kader bangsa,  tersedia organisasi otonom untuk mahasiswa, yakni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Organisasi otonom Muhammadiyah ini memiliki jaringan nasional dan internasional.

Para tokoh Muhammadiyah, sekedar untuk memberi contoh,  seperti Prof. Dr. M. Amien Rais (Tokoh Reformasi 1998 dan mantan Ketua MPR), Prof. Dr. Syafii Maarif (mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Pendiri Maarif Institute), Prof. Dr. A. Yahya Muhaimin (mantan Menteri Pendidikan),  Dr. Abdul Mu’thi (Ketua BAN Sekolah & Madrasah), Hajriyanto Y Thohari (Wakil Ketua MPR), Prof. Dr. M. Din Syamsudin, Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini, pengembangan diri dan karir mereka semuanya dimulai dari keanggotaan dan kepengurusan IMM di tingkat komisariat atau fakultas. Bakat kepemimpinan dan kecendekiawanan yang terasah dan terasuh dari IMM itulah yang mengantarkannya memperoleh  gelar akademik tertinggi, yakni doktor (P.hD), dari universitas bergengsi di luar negeri sehingga mereka mampu berperan secara optimal bagi bangsanya. Oleh karena itu, pimpinan FEB-UHAMKA memberikan prioritas bagi aktivis IMM yang memiliki kemampuan akademik dan kepemimpinan yang kuat untuk belajar atau melanjutkan studi ke luar negeri. Berminat? Siapkan bahasa Inggrismu!

FEB-UHAMKA dalam membina organisasi kemahasiswaan juga menyediakan wadah organisasi intra kampus, sebagaimana kampus-kamus lain di Indonesia.  Melalui Keluarga Mahasiswa tingkat fakultas (KMF), seperti Himpunan Mahasiswa pada Program Studi (HIMA), Badan Eksekutif Mahasiswa tingkat fakultas (BEMF), dan Dewan Perwakilan Mahasiswa  tingkat fakultas (DPMF). Atau, langsung bergabung dengan Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKM) juga boleh. Misalnya melalui koperasi, futsal, dan berbagai program kreativitas lainnya. Penting diketahui, baik IMM maupun KMF oleh pimpinan FEB-UHAMKA, semuanya mendapatkan pembinaan dan pelayanan yang sama.

Dalam kerangka rencana strategis fakultas, untuk mendinamisasikan dan mengefektifkan pembinaan mahasiswa, FEB-UHAMKA melaksanakan agenda  Excellent Mission, yakni program aktivitas yang langsung dibina dan ditangani oleh pimpinan fakultas bersama-sama dengan KMF. Secara bertahap, pada saatnya nanti, jika  KMF sudah siap, akan ditawarkan pengelolaannya kepada KMF secara penuh dan mandiri.

Berdasarkan gambaran di atas, dan mengacu pada Pedoman PTM, sebagaimana telah disebutkan di muka,   maka pembinaan mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (FEB-UHAMKA), dirumuskan dan diarahkan untuk:

  1. Mengembangkan karakter dan potensi mahasiswa terutama dalam kepemimpinan dan kewirausahaan berbasis masyarakat.
  2. Terbinanya Keislaman dan Kemuhammadiyahan yang mencerdaskan dan mencerahkan bagi mahasiswa dan lingkungan sosialnya.
  3. Mengembangkan kecerdasan  spiritual,  intelektual, emosioanal, dan sosial  bagi  mahasiswa sehingga cakap dalam berkehidupan dan berkarya sebagai kader Persyarikatan, kader umat dan kader bangsa.

Untuk mencapai tujuan yang efektif dan optimal, mengingat waktu kepengurusan organisasi kemahasiswaan yang terbatas serta kebutuhan utama mahasiswa adalah menyelesaikan studi secara bermutu dan tepat waktu, maka diperlukan fokus kegiatan.  Berorganisasi bukanlah pelarian atau kompensasi dari ketidakmampuan dalam menyelesaikan studi. Justru sebaliknya, Berorganisasi harus mampu mendorong kebutuhan berprestasi sebagai aktualisasi diri untuk pengembangan diri.

Penting untuk direnungkan, ketika kamu berniat dan berusaha meraih cita-cita dengan belajar secara serius, banyak godaan mulai muncul. Jangan tergoda dengan iklan yang tidak mendidik dari  para ’veteran kampus’ di banyak tempat di negeri ini. Mereka dengan bangga dan lantang sering mengatakan ini: ”Meskipun tidak mampu lulus tepat waktu, yang penting lulus di waktu yang tepat.”  Sudah barang tentu ungkapan semacam ini tidak bertanggung jawab, dan karena itu ironis. Padahal bagi manusia yang berakal, lulus tepat waktu itulah yang merupakan lulus di waktu yang tepat.

Bagi mereka yang punya uang, biaya tidak jadi soal. Bisa diganti, katanya. Tetapi bagi siapa pun dan di mana pun di planet bumi ini, waktu merupakan sumber daya yang paling berharga untuk hidup dan meraih cita-cita. Waktu tidak ada gantinya, waktu tidak akan pernah kembali persis sama. Jauh-jauh hari Al-Qur’an sudah mengingatkan tentang ancaman kebangkrutan bagi manusia yang membuang-buang  waktu. Oleh karena itu masuk akal jika KH Ahmad Dahlan, Buya Hamka, dan bahkan sampai Steve Jobs (1955-2011) di zaman ITC saat ini, masih bicara perkara waktu. ”Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life..!” Kata Steve Jobs dalam pidatonya di kampus Universitas Stanford. Eh, kamu nanti boleh juga melanjutkan kuliah di sana, keren lho. Semoga.