Baitulmaal Muamalat Serahkan Beasiswa Senilai 368 juta kepada UHAMKA

UHAMKA merupakan salah satu dari 166 perguruan tinggi Muhammadiyah yang ada di Indonesia. Dalam perjalanan sejarahnya, UHAMKA merupakan salah satu perguruan tinggi yang melahirkan guru-guru yang kini tersebar hampir disemua pelosok negeri. Hal ini disampaikan Rektor  Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) dalam pembukaan Kuliah Perdana  bagi  5.332 mahasiswa baru tahun 2019 pada Sabtu (7/9/) dikampus FKIP  UHAMKA Jalan tanah merdeka Jakarta Timur.

Tentu diluar sumber daya manusia atau SDM guru, UHAMKA juga melahirkan SDM-SDM dibidang dan profesi lain,” Artinya,Uhamka  sudah memberikan kontribusi besar pada pembangunan SDM di tanah air  Dan peran serta kontribusi tersebut tentu akan terus dilakukan seiring makin tumbuh berkembangnya UHAMKA. lanjutnya

“Saat ini kita memiliki total 25.292 mahasiswa baik yang masih aktif maupun mereka yang tengah menyusun skripsi, Dengan penambahan jumlah mahasiswa tersebut diakui Rektor, kampus UHAMKA tentu membutuhkan tambahan sarana dan prasarana.  Termasuk pelayanan baik yang bersifat akademik maupun non akademik.Sambungnya

Dalam Kuliah Perdana Bagi mahasiswa baru UHAMKA tahun 2019 ini Juga ditanda tangani kerjasama antara UHAMKA  dengan Baitulmaal Muammalat (BMM) yang sekaligus  menyerahkan beasiswa penyaluran dana zakat  senilai Rp368 juta.

Sementara itu Wakil Ketua MPR RI yang juga dosen tetap Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Ahmad Basarah menyampaikan  kuliah Umum tentanng Wawasan Kebangsaan Generasi Muda di Era Revolusi Industri 4.0

 “Manjadi mahasiswa adalah satu tahap pencapaian yang baik dalam kehidupan seseorang. Dimana ketika menyandang gelar sebagai mahasiswa, maka dipundaknya terletak beban dan tanggungjawab besar bukan hanya untuk diri sendiri, orangtua atau kampus dimana berkuliah. Tetapi juga memiliki beban dan tanggungjawab bagi nusa, bangsa dan Negara.ungkapnya

Ia juga memaparkan tentang Merebaknya penggunaan media social disatu sisi memang memberikan banyak manfaat. Tetapi disisi lain dapat mendatangkan penjajahan dalam bentuk baru. Paham-paham yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila bisa merangsek masuk tanpa ada filter maupun pengawas yang baik.Paham liberal, paham kebebasan, individualism menjadi paham-paham yang mengancam sendi kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Itu harus kita waspadai bersama,” ungkapnya

Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan ini menilai  bahwa  visi besar Uhamka adalah memadukan nilai-nilai agama Islam dengan semangat kebangsaan dalam bingkai negara Pancasila. Sehingga output-nya nanti adalah melahirkan cendikiawan berintegritas yang cinta pada agama dan cinta tanah air.

“Kampus harus menjadi kawah candradimuka tempat menggembleng generasi penerus bangsa. Untuk bisa membentuk mental dan karakter bangsa maka diperlukan guru berkarakter, berilmu, berwawasan kebangsaan dan ber-akhlaqul karimah. Dan Uhamka telah menerapkan hal tersebut,” Ungkap Dr. Basarah.

Sumber : koranmu.com

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat