Empat Resolusi WHO Untuk Pandemi

Penyusun: Lambang Wiji Imantoro

Editor: Lambang Wiji Imantoro

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan empat poin penting resolusi hasil pertemuan tahunan yang digelar secara virtual selama dua hari untuk menangani pandemi virus corona (Covid-19).

Dalam pertemuan itu, Majelis Kesehatan Dunia mengambil pelajaran, membahas tantangan dan langkah-langkah kolektif yang perlu diambil untuk mengatasi pandemi ini

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan resolusi tersebut menetapkan peta jalan dan tindakan penting yang harus diambil untuk mempertahankan dan mempercepat respons di tingkat nasional maupun internasional.


Tedros mengatakan resolusi ini menggarisbawahi peran kunci WHO dalam mempromosikan akses kepada teknologi kesehatan yang aman dan efektif untuk memerangi pandemi.

“Saya menyambut komitmen negara-negara anggota untuk mengatasi semua hambatan akses universal ke vaksin, diagnostik, dan terapi,” kata Tedros dalam jumpa pers yang digelar secara daring, Rabu (20/5).

Tedros menyebutkan empat poin resolusi itu. Pertama, bahwa ada prioritas global untuk memastikan distribusi yang adil dari semua teknologi kesehatan yang secara esensial diperlukan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Kedua, perjanjian internasional yang relevan harus dimanfaatkan jika diperlukan, termasuk ketentuan perjanjian TRIPS.

Ketiga, vaksin Covid-19 harus diklasifikasikan sebagai barang publik global untuk kesehatan dalam rangka mengakhiri pandemi.

Keempat, kolaborasi untuk mempromosikan sektor swasta dan penelitian dan pengembangan yang didanai pemerintah harus didorong. Ini termasuk inovasi terbuka di semua domain yang relevan dan berbagi semua informasi yang relevan dengan WHO.

“Respons kolaboratif yang penting bagi resolusi ini adalah platform teknologi Covid-19 yang diusulkan oleh Kosta Rika, yang akan kami luncurkan pada tanggal 29 Mei, yang bertujuan untuk mengatasi hambatan akses terhadap vaksin, obat-obatan, dan produk kesehatan lainnya yang efektif. Kami meminta semua negara untuk bergabung dengan inisiatif ini,” ujar Tedros.

Dia merasa senang WHO telah membuat agenda penelitian dan pengembangan yang dipetakan pada Februari lalu. Peta jalan itu, kata Tedros, sekarang telah memunculkan uji coba solidaritas, yang kini mencakup 3.000 pasien di 320 rumah sakit di 17 negara dan akses peralatan terkait Covid-19.

Tedros juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Sommaruga, Presiden Ramaphosa, Presiden Xi, Presiden Moon, Presiden Macron, Presiden Duque, Presiden Benitez, Kanselir Merkel, Perdana Menteri Mottley, Perdana Menteri Tshering, Perdana Menteri Pedro Sanchez, Perdana Menteri Conte, Perdana Menteri Natano, Perdana Menteri Nguyễn Xuân Phúc, Presiden von der Leyen, Sekretaris Jenderal Guterres dan semua perwakilan Negara Anggota serta menteri yang bergabung dengan Majelis dan menandatangani resolusi konsensus tentang Covid-19.

Dikutip dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

WhatsApp chat