Kiat-Kiat Berinvestasi di Dunia Saham Bagi Pelajar dan Mahasiswa

Penyusun: Lambang Wiji Imantoro

Editor: Lambang Wiji Imantoro

Walau terdengar cukup berisiko, investasi saham saat ini bukan hal yang tabu bagi pelajar ataupun mahasiswa. Bahkan, miliarder Warren Buffet sudah mulai berinvestasi saham sejak usia 11 tahun.

Nah, lalu bagaimana cara agar pelajar atau mahasiswa bisa investasi saham ? Sementara ilmu dalam berinvestasi masih terbilang minim, sehingga potensi kerugian masih membayangi?

Perencana Keuangan One Shield Consulting, Budi Rahardjo mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan dan menjadi perhatian oleh pelajar atau mahasiswa yang ingin mulai investasi saham. “Mumpung masih mahasiswa pengenalan fondasi keuangan yang baik itu perlu ya. Selama masih kuliah, sebenarnya punya kelebihan fleksibilitas dalam penggunaan uang walaupun terbatas,” kata Budi kepada Kompas.com, Jumat (10/7/2020).

Untuk lebih jelasnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi pelajar atau mahasiswa yang ingin mulai berinvestasi saham, antara lain:

  • Mempersiapkan dana darurat Ketika memulai investasi saham. 

Sebagai mehasiswa atau pelajar tentunya ini menjadi pengalaman yang baru. Maka dari itu, ada baiknya untuk menyiapkan dana darurat. Hal ini penting sebagai jaga-jaga, apabila investasi saham yang dilakukan tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. “ Mahasiswa kebanyak penghasilannya dari orang tua, tapi mengalokasi keuangannya sebagian dalam bentuk kas perlu dilakukan. Harus punya tabungan jaga-jaga lah, walaupun tidak untuk 3 bulan pengeluaran, bisa mulai dari 1 bulan pengeluaran,” kata Budi.

  • Memiliki asuransi kesehatan.

Saat ini biaya kesehatan bukanlah hal yang murah. Ketika seorang pelajar atau mahasiswa memutuskan untuk melakukan investasi saham, tentunya biaya dan risiko yang dikeluarkan tidak sedikit. Dengan memiliki asuransi kesehatan, maka tentunya akan mengurangi beban biaya besar bila mana harus berobat. “Kalau mahasiswa kan umumnya punya asuransi kesehatan, jadi dengan mendisiplinkan diri untuk mengantisipasi biaya tidak terduga dari risiko kesehatan sangat penting,” tambahnya.

  • Mulai dari reksa dana. 

Sebagai pemula, belajar investasi saham yang paling mudah dengan risiko yang minim adalah melalui reksa dana. Reksa dana dikatakan mudah dan low risk bagi pemula karena sudah ada manajer investasi yang akan mengelola dana Anda, sehingga potensi merugi cukup minim.
“Dengan reksa dana saham, sudah ada manajer investasinya. Sehingga proses pembelajaran lebih mudah,” jelasnya. Selain itu, reksa dana juga memiliki wadah bagi para investor untuk melihat profil risiko guna menentukan instrument investasi yang akan dipilih. “Dengan reksa dana, tentunya lebih mudah dan terjangkau. Selain itu juga sesuai dengan tujuan. Misalnya, menyusun rencana jangka pendek dan jangaka panjang,” ungkap dia.

  • Cek finansial knowledge Saat anda ingin memulai investasi saham.

Anda tentunya harus mempelajari dasar-dasar pengetahuan investasi. Misalkan saja mulai dari potensi keuntungan dan risiko investasi. Pendidikan dasar investasi juga penting untuk membentengi dari kerugian nantinya.

  • Memilih saham Ketika anda ingin memulai investasi saham. 

Memilih saham blue chip dengan fundamental yang baik tentunya akan memudahkan anda sebagai investor pemula dalam memperoleh keuntungan. Anda bisa memilih saham berdasarkan historis, yang msmpu bertahan dalam kondisi yang sulit atau volatile. Agar tidak salah dalam memilih saham, tentunya Anda juga membutuhkan mentor yang bisa mengajari Anda dalam melakukan trading saham. Budi menjelaskan, butuh waktu 2 tahun sampai 4 tahun untuk seorang pemula bisa memahami kondisi pasar dan menjadi investor yang mandiri. Namun, jika kemampuan terus diasah, maka 10 hingga 15 tahun kemudian dapat dikategorikan investor expert.

dikutip dari laman KOMPAS

Tinggalkan Balasan

WhatsApp INFO LENGKAP