Saat Resesi Terjadi, Siapkanlah 5 hal Ini.

Penyunting dan Editor: Lambang Wiji Imantoro.

Disunting dari berbagai sumber.

Direktur Eksekutif Institute For Development of Economics and Finance atau Indef Tauhid Ahmad mengatakan masyarakat bisa menyiapkan lima hal bila Indonesia masuk ke jurang resesi. Kelimanya meliputi pola manajemen keuangan hingga penyesuaian konsumsi.

Pertama, masyarakat yang tidak punya cadangan harus sedapat mungkin mengakses bantuan sosial yang disediakan pemerintah,” tutur Tauhid saat dihubungi Tempo pada Jumat, 21 Agustus 2020.

Bantuan sosial itu termasuk jaring keamanan yang disiapkan pemerintah dengan alokasi anggaran Rp 72 triliun. Berbagai stimulus ini meliputi bantuan langsung tunai bagi masyarakat miskin di desil terendah, insentif Kartu Prakerja untuk pegawai yang terdampak PHK dan dirumahkan, serta bantuan tunai untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta.

Kedua, Tauhid mengatakan langkah kedua yang dapat dilakukan adalah merenegosiasi pinjaman. Renegosiasi bisa dimohonkan kepada pemberi pinjaman dengan perpanjangan masa tenor.

Bila berada dalam keadaan sangat mendesak, masyarakat bisa memikirkan untuk pinjaman baru dari pihak-pihak yang dipercaya atau menggadai barang di lembaga yang terjamin legalisasinya. “Karena saat situasi krisis, memegang uang cash jadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan,” tuturnya.

Ketiga, Tauhid menekankan pola konsumsi masyarakat harus disesuaikan bahkan diubah. Menurut dia, belanja konsumsi harus diprioritaskan untuk kebutuhan-kebutuhan dasar seperti pangan dan pendidikan. Sedangkan kebutuhan yang bersifat tersier, tutur dia, ada baiknya untuk ditunda lebih dulu.

Keempat, masyarakat disarankan mencari penghasilan tambahan di masa-masa sulit. Penghasilan tambahan bisa ditabung menjadi simpanan atau uang cadangan.

Kelima, masyarakat yang bekerja di sektor informal harus beradaptasi dengan keadaan. “Bisa banting setir, yang biasanya menjual kebutuhan tidak mendesak, kini ke produk makanan atau kembali ke kebutuhan dasar. Saya kira, barang pokok atau dasar tetap dibutuhkan saat krisis,” katanya.

 

Tinggalkan Balasan

WhatsApp INFO LENGKAP