Sabtu, 23/04/2022, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Uhamka (FEB Uhamka) mengutus beberapa dosen untuk mengikuti pelatihan public speaking yang diselenggarakan Muamalat Institute. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari Perjanjian Kerjasama antara FEB Uhamka dan Mumamalat Institute yang ditandatangani beberap bulan yang lalu.
Kegiatan ini mengambil tema “How to be a Good Public Speaker”. Kegiatan yang dilaksanakan melalui zoom meeting ini dihadiri oleh kurang lebih 45 peserta dengan berbagai macam background profil pekerjaan, ada yang dosen, karyawan, mahasiswa, bahkan ibu rumah tangga antusias menyimak pemaparan dari awal hingga akhir seminar. Seminar ini menghadirkan pemateri seorang Associate Trainer sekaligus Master of Ceremony (MC) professional ibu Rahma Aryanti. Materi disampaikan dengan penuh semangat, ringan, namun padat.
Menjadi seorang “good public speaker” penting melakukan profil mapping (individual). Tahap ini dilakukan dengan tujuan memetakan siapa diri kita, apa hal yang kita senangi dan tidak senangi, selain itu tahap ini juga bagian dari seorang public speaker dapat mengenali atau memetakan siapa saja yang menjadi audience nya. Seorang public speaker perlu menyampaikan hal ini dengan mimik suara yang penuh semangat dan percaya diri agar memperoleh Attention dari audience.
The opening speech adalah tahap kedua yang penting untuk diperhatikan sebagai langkah awal mengambil perhatian audience. Merangkai opening speech menjadi kunci sekaligus tips untuk seorang public speaker khususnya pemula menngurangi bahkan menghilangkan kegugupan berbicara di depan umum.
Flow of mind merupakan tahap ketiga, dimana seorang public speaker perlu menyampaian materi atau pokok bahasan tahap per tahap sesuai dengan alur berpikir. Misalnya kita dapat belajar dengan menjelaskan bagaiamana cara membuat perahu dari kertas, step by step yang disampaiakan otomatis akan berurutan dari menyiapkan kertas, bagaimana membentuknya sampai menjadi sebuah perahu. Penyampaian yang menyenangkan dan berurutan akan memudahkan audience memahami apa yang kita sampaikan.
The closing speech adalah tahap berikutnya dari penyampaian seorang public speaker. Seperti sebuah “Burger” yang memiliki roti sebagai alas dan penutup pada bagian atasnya, sama halnya dengan penyampaian public speaker yang perlu menyiapkan bagaiamana closing speech disampaiakan sebgaai bentuk kesan terakhir kepada audience. Closing speech ini dapat diisi review atau kesimpulan dari materi yang telah dipaparkan, atau mungkin kata-kata Mutiara (bijak) atau bahkan pantun yang tujuannya dapat memebrikan kesan penutup yang membekas di hati audience.
Ketiga tahap diatas merupakan tahap kunci atau tahap utama yang penting dipersiapkan oleh seorang public speaker. Untuk lebih mendukung kelancaran dari tiga tahap diatas, maka ada 6 hal pendukungnya antara lain, body language, practice makes perfect, when thing gone bad, how to handle audience, creative presentation slides, dan final review & assessment. “Mulailah dan terus berlatih, tidak perlu khawatir merasa salah karena memang kesempurnaan perlu melalui banyak proses didalamnya,” tutur Rahma Aryanti sebagai penutup seminar .