Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (FEB Uhamka) meluncurkan Pesantren Virtual dan Pembekalan Instruktur, dengan mengusung tema “Spiritualitas sebagai Basis Pembinaan Karakter”, Sabtu (7/11). Ketua Pelaksana Syahmunatur menyebut, ada 500 mahasiswa baru yang berpartisipasi dalam program ini. Program ini digelar di Kampus E FEB Uhamka dengan penerapan Protokol Kesehatan (prokes) yang sangat ketat.

“Mereka dibimbing 15 instruktur pilihan. Masing-masing Instruktur berasal dari 5 program studi yang ada di FEB Uhamka,” ujar Syahmunatur, dalam keteranganya, Senin (9/11).

Wakil Dekan (Wadek) FEB Uhamka Tohirin mengatakan, program ini bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa agar memiliki keunggulan dalam aspek spiritualitas dan keilmuan secara kognitif. Menurutnya, seorang mahasiswa idealnya tak hanya pandai dalam aspek keilmuan, namun harus diimbangi dengan penguatan pada aspek keagamaan atau spiritualitasnya. “Ini kewajiban kami untuk memastikan para mahasiswa mendapat pembinaan yang baik berkaitan dengan pembinaan spiritualitas,” ujar Tohirin

Dalam program ini, ia mentargetkan mahasiswa mampu memahami dan menguasai dasar-dasar keislaman. Baik secara pengetahuan maupun secara praktik. Sehingga harapannya, para mahasiswa FEB Uhamka mampu menjadi Muslim yang baik. “Terutama dalam hal membaca Al-Qur’an dan ibadah,” kata dia.

Tohirin meyakini, setelah lulus nanti, mahasiswa tidak cukup hanya bermodalkan pintar secara kognitif, tapi memiliki karakter yang baik, termasuk modal spiritual untuk menghadapi kehidupan. Tohirin menjelaskan, program ini merupakan bentuk dari pengejawantahan FEB Uhamka terhadap nilai-nilai luhur Chatur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dalam perkuliahan FEB Uhamka. “Misi utama dari dakwah Islam di kampus Muhammadiyah ialah mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dengan menyelenggarakan kegiatan pembinaan Al Islam dan Kemuhammadiyahan yang menjadi ruh utama dari Catur Dharma PTM.” jelasnya

Program tersebut merupakan terobosan dari FEB Uhamka terhadap penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di kampus. Meskipun pandemi masih melanda Indonesia, hal tersebut tak menjadi hambatan bagi civitas untuk terus dapat berinteraksi dan menjaga silaturahmi dengan seluruh mahasiswa FEB Uhamka. “Melalui program ini kami membuat sebuah terobosan kegiatan yang diharapkan akan terus menjaga interaksi kami dengan para mahasiswa,” imbuhnya.

Tohirin mengatakan, kegiatan ini akan berlangsung secara daring selama satu tahun ke depan oleh para instruktur pilihan dengan jadwal rutinan setiap satu minggu sekali. “Untuk formalnya secara intensif kurang lebih 40 pertemuan.” sebut dia.

Selain itu, ia mengupayakan satu target lainnya, yaitu terjalinnya ikatan emosional antara mahasiswa di FEB sehingga akan terbangun tim work dan akan membentuk persaudaraan sesama mahasiswa. “Bukan hanya pada saat kuliah namun setelah kuliah,” ucapnya.

Yang paling utama, harap Tohirin, program ini akan terlahir kader-kader bangsa, persyarikatan dan kemanusiaan yang unggul tak hanya dalam hal kognitif keilmuan juga dalam hal moral dan spiritual sehingga dapat menjadi kader yang siap menghadapi arus kehidupan.

Dekan FEB Uhamka Zulpahmi mendukung kegiatan ini. Ia menilai, program ini sangatlah bermanfaat dalam pembentukan karakter spiritual mahasiswa yang tinggi. “Saya juga sangat mengapresiasi inisiatif teman-teman instruktur dan juga Wadek 3 dan 4 kami,” pungkas Zulpahmi.

 

Sumber berita: https://rm.id/baca-berita/nasional/53491/bina-spiritual-mahasiswa-feb-uhamka-luncurkan-pesantren-virtual-dan-pembekalan-instruktur

Tinggalkan Balasan